Lompat ke isi utama

Berita

Gandeng Wartawan, Bawaslu Kota Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Bangun Ruang Informasi yang Sehat

Gandeng Wartawan Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Bangun Ruang Informasi yang Sehat

Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Bangun Ruang Informasi yang Sehat

Gandeng Wartawan, Bawaslu Kota Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Bangun Ruang Informasi yang Sehat

Tasikmalaya – Dalam upaya memperkuat demokrasi yang transparan, partisipatif, dan berintegritas, Bawaslu Kota Tasikmalaya terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dan sinergi dengan insan pers sebagai mitra penting dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan yang akurat dan edukatif, Tasikmalaya 11 Juni 2026.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan diskusi santai yang berlangsung hangat antara Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama Sauri, bersama sejumlah wartawan dari berbagai media di Kota Tasikmalaya. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya menjaga kualitas demokrasi melalui penyebaran informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan tersebut, Zaki Pratama Sauri menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung terciptanya demokrasi yang sehat. Tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada publik, media juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, termasuk dalam mengawasi jalannya tahapan pemilu dan pemilihan.

Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran pemilu secara konvensional, tetapi juga berkembang pada penyebaran informasi yang tidak benar atau disinformasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara lembaga pengawas pemilu dan insan pers untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid dan mencerdaskan.

“Demokrasi yang sehat lahir dari informasi yang sehat. Ketika masyarakat mendapatkan informasi yang benar, mereka dapat mengambil keputusan secara rasional dan berpartisipasi secara aktif dalam mengawal proses demokrasi. Karena itu, media merupakan mitra strategis Bawaslu dalam membangun kesadaran publik,” ujar Zaki.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pentingnya pengawasan partisipatif, tantangan penyebaran hoaks di era digital, peningkatan literasi politik masyarakat, hingga peran media dalam mendukung terciptanya pemilu yang demokratis dan berintegritas.

Para wartawan yang hadir juga menyampaikan berbagai pandangan terkait dinamika informasi di tengah masyarakat, khususnya menjelang tahapan-tahapan kepemiluan yang akan datang. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dinilai memberikan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, informasi dapat tersebar dengan cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Namun di sisi lain, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi juga semakin mudah terjadi.

Dalam konteks tersebut, Bawaslu Kota Tasikmalaya memandang bahwa kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan pelanggaran dan penguatan pengawasan partisipatif. Kehadiran media yang profesional dan independen dapat menjadi sarana edukasi publik sekaligus penghubung antara lembaga pengawas dengan masyarakat.

Lebih lanjut, Zaki menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, akademisi, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan berbagai komunitas lainnya. Semakin luas partisipasi masyarakat dalam pengawasan, maka semakin kuat pula upaya menjaga kualitas demokrasi.

“Bawaslu memiliki keterbatasan sumber daya jika harus bekerja sendiri. Oleh karena itu, pengawasan partisipatif menjadi kunci. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan media, untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan, transparansi, dan integritas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tasikmalaya berharap terbangun hubungan yang semakin erat dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepemiluan yang edukatif dan mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan demokrasi.

Sinergi yang terjalin tidak hanya diharapkan mampu menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi, tetapi juga memperkuat budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. Dengan informasi yang akurat dan partisipasi publik yang aktif, proses demokrasi akan semakin berkualitas dan mampu menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan rakyat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu semata, melainkan tugas bersama seluruh elemen bangsa. Melalui kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan insan pers, diharapkan ruang publik yang sehat, informatif, dan edukatif dapat terus terjaga demi masa depan demokrasi yang lebih baik di Kota Tasikmalaya.

 

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya