Lompat ke isi utama

Berita

INTEGRITAS PONDASI MATANG DI USIA 18

INTEGRITAS PONDASI MATANG DI USIA 18

INTEGRITAS: PONDASI MATANG DI USIA 18

Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Apel Pagi di halaman Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya. Kegiatan rutin tersebut terasa istimewa seiring dengan momentum menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Bawaslu. Seluruh jajaran hadir dengan penuh kesiapan, menegaskan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi yang semakin kompleks dan dinamis, Tasikmalaya 04/06/2026.

Bertindak sebagai pembina apel, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM), Enceng Fuad Syukron, menyampaikan arahan yang tegas, reflektif, sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan. Dalam amanatnya, ia menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam setiap lini kerja pengawasan pemilu.

Menurutnya, usia ke-18 Bawaslu bukan sekadar angka yang menandai perjalanan waktu, melainkan simbol kematangan kelembagaan. Kematangan tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan konsistensi seluruh jajaran dalam menjaga nilai-nilai integritas, profesionalitas, serta kepercayaan publik.

“Menjelang HUT ke-18 Bawaslu, kita harus menjadikan integritas sebagai nilai utama. Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi nafas dalam setiap pelaksanaan tugas. Inilah pondasi dalam mengukuhkan demokrasi, khususnya di Kota Tasikmalaya,” tegas Enceng Fuad Syukron di hadapan peserta apel.

Ia juga menekankan bahwa tantangan pengawasan ke depan akan semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, dinamika politik, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu yang transparan dan berkeadilan. Oleh karena itu, integritas menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran maupun godaan yang dapat mencederai demokrasi.

Lebih jauh, Enceng mengingatkan bahwa Bawaslu Kota Tasikmalaya bukan sekadar institusi formal, melainkan sebuah keluarga besar yang diikat oleh nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab moral. Dalam keluarga besar tersebut, setiap individu memiliki peran penting untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menguatkan dalam menjaga integritas.

“Di Bawaslu Kota Tasikmalaya, kita adalah satu keluarga besar. Tidak ada yang berjalan sendiri. Kita harus saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling menguatkan. Integritas bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi tanggung jawab kita semua,” lanjutnya.

Apel pagi ini pun menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh jajaran untuk kembali meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, jujur, dan adil. Setiap langkah pengawasan yang dilakukan harus dilandasi oleh prinsip integritas, agar kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu tetap terjaga dan semakin meningkat.

Momentum menjelang HUT ke-18 Bawaslu ini juga diharapkan menjadi titik penguatan kelembagaan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Secara internal, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, soliditas tim, serta budaya kerja yang berintegritas. Sementara secara eksternal, Bawaslu terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi, sehingga tercipta pengawasan yang partisipatif dan inklusif.

Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga dan integritas yang semakin kokoh, Bawaslu Kota Tasikmalaya optimis mampu menjawab tantangan ke depan. Komitmen untuk menghadirkan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat menjadi tekad bersama yang terus diperkuat, seiring dengan perjalanan menuju usia ke-18 Bawaslu yang semakin matang dan berintegritas.

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya