Lompat ke isi utama

Berita

KONSOLIDASI DEMOKRASI DARI SECANGKIR KOPI, LAHIR GAGASAN BESAR UNTUK MENGAWAL DEMOKRASI

KONSOLIDASI DEMOKRASI DARI SECANGKIR KOPI, LAHIR GAGASAN BESAR UNTUK MENGAWAL DEMOKRASI

KONSOLIDASI DEMOKRASI DARI SECANGKIR KOPI, LAHIR GAGASAN BESAR UNTUK MENGAWAL DEMOKRASI 

Tasikmalaya, 2 Juni 2026 — Demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun di ruang-ruang formal, tetapi juga tumbuh dari ruang dialog yang hangat, terbuka, dan penuh pertukaran gagasan. Semangat itulah yang tergambar dalam agenda Konsolidasi Demokrasi yang mempertemukan jajaran Bawaslu Kota Tasikmalaya dengan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cipasung Tasikmalaya di Sekretariat Bawaslu Kota Tasikmalaya.

Dalam suasana santai ditemani secangkir kopi, diskusi berlangsung dinamis dan penuh makna. Berbagai isu seputar demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas demokrasi menjadi topik utama yang dibahas bersama.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama Sauri, hadir langsung memberikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga integritas demokrasi. Menurutnya, demokrasi bukan hanya urusan penyelenggara pemilu semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

"Pemilu bukan hanya tentang hari pencoblosan. Di baliknya terdapat tahapan panjang yang membutuhkan pengawasan, partisipasi, dan kepedulian dari masyarakat. Karena itu, peran mahasiswa sangat strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Tasikmalaya, Djoko Narendro, menjelaskan berbagai tantangan yang kerap muncul dalam setiap tahapan pemilu. Mulai dari persoalan data pemilih, potensi pelanggaran administrasi, hingga penyelesaian sengketa pemilu membutuhkan perhatian dan pengawasan yang serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Beliau menekankan bahwa keterlibatan masyarakat melalui Pengawasan Partisipatif menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Dengan semakin banyak masyarakat yang peduli dan terlibat aktif dalam pengawasan, maka potensi terjadinya kecurangan dapat diminimalisir sejak dini.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ruang bagi para kader HMI untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta gagasan terkait penguatan demokrasi di tingkat lokal. Interaksi yang terbangun menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan demokrasi dan siap berkontribusi dalam menciptakan proses pemilu yang lebih berkualitas.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Konsolidasi demokrasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui sinergi, komunikasi, dan kerja sama yang berkelanjutan.

Dari meja diskusi yang sederhana, lahir semangat besar untuk menjaga demokrasi tetap berada pada jalurnya. Dari secangkir kopi, terbangun kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga negara. Dan dari pertemuan ini, tumbuh komitmen bersama untuk terus mengawal setiap proses demokrasi agar berlangsung jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Bawaslu Kota Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mari menjadi bagian dari pengawas partisipatif, karena demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli dan berani mengawal setiap prosesnya.

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya