Lompat ke isi utama

Berita

Mata dan Telinga Pemilu!” Bawaslu Tasikmalaya Genjot Pengawasan Partisipatif 34 Peserta Muda Pukau Diskusi Daring

Mata dan Telinga Pemilu!” Bawaslu Tasikmalaya Genjot Pengawasan Partisipatif 34 Peserta Muda Pukau Diskusi Daring

Mata dan Telinga Pemilu!” Bawaslu Tasikmalaya Genjot Pengawasan Partisipatif 34 Peserta Muda Pukau Diskusi Daring

TASIKMALAYA,  – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan benteng pengawasan pemilu. Dalam rangka meningkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Tasikmalaya baru-baru ini sukses menggelar Diskusi Dalam Jaringan (Daring) Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini secara khusus menyasar pemilih pemula dan generasi muda, yang diharapkan dapat berkontribusi menciptakan pemilu yang bersih dan bebas dari pelanggaran. Sebanyak 34 peserta dari Kota Tasikmalaya mengikuti kegiatan ini.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama Sauri , menyatakan diskusi kali ini sangat memuaskan, bahkan melebihi ekspektasi. Bukan hanya sekadar mendengarkan, 34 peserta tersebut tampil sebagai motor penggerak diskusi dengan kontribusi yang aktif dan konstruktif.

"Ini adalah sinyal positif bahwa generasi muda  Kota Tasikmalaya Tasikmalaya siap mengambil peran dalam menjaga integritas demokrasi," ujar Zaki Pratama Sauri  "Mereka tidak hanya mengutarakan pendapat, tetapi juga memfasilitasi suasana diskusi yang sangat produktif. Mereka benar-benar menjadi 'peserta diskusi yang baik' yang kami harapkan."

Dalam diskusi tersebut, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Tasikmalaya turut menjadi pemateri. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya peran masyarakat, terutama kaum muda, sebagai pengawas di garda terdepan. Tujuannya jelas: membentuk wadah pendidikan yang dapat melahirkan kader pengawas yang militan untuk Pemilu yang akan datang.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Pembentukan P2P ini krusial sebagai upaya preventif (pencegahan) terhadap potensi pelanggaran, termasuk isu-isu krusial seperti politik uang dan penyebaran hoaks.

"Kami berharap, 34 kader ini dapat menjadi multiplier effect. Mereka adalah 'mata dan telinga' Bawaslu di lapangan, memastikan pemilu berjalan bersih, dan bebas dari segala bentuk pelanggaran," pungkasnya.

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya