Lompat ke isi utama

Berita

Monitoring Orientasi PPPK, Anggota Bawaslu Jawa Barat Dorong Penguatan Kapasitas SDM di Bawaslu Kota Tasikmalaya

Monitoring Orientasi PPPK

Monitoring Orientasi PPPK

Tasikmalaya, 15 Juli 2026 – Bawaslu Kota Tasikmalaya menerima kunjungan kerja Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), Fereddy, dalam rangka monitoring pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Kota Tasikmalaya, Rabu (15/7/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya beserta jajaran anggota dan sekretariat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan orientasi PPPK berjalan sesuai dengan tujuan pembentukan aparatur yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman yang kuat terhadap tugas dan fungsi kelembagaan.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan monitoring tersebut. Menurutnya, kehadiran Anggota Bawaslu Jawa Barat tidak hanya menjadi bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan orientasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh pegawai, khususnya PPPK yang baru bergabung, untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas kinerja.

"Kami menyambut baik kunjungan monitoring ini sebagai bentuk pembinaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kota Tasikmalaya. Orientasi PPPK merupakan tahapan penting untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai organisasi, budaya kerja, serta tanggung jawab sebagai aparatur yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas pengawasan pemilu dan pemilihan," ujar Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, dalam arahannya, Fereddy menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar agenda administratif bagi pegawai baru, melainkan proses strategis dalam membentuk karakter aparatur yang siap bekerja secara profesional dan mampu menghadapi berbagai tantangan kelembagaan.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas individu melalui peningkatan kompetensi, pemahaman terhadap regulasi yang menjadi landasan kerja Bawaslu, serta penguasaan mekanisme administrasi dan tata kelola organisasi. Menurutnya, aparatur yang memiliki pemahaman menyeluruh terhadap aturan akan mampu memberikan dukungan yang optimal terhadap pelaksanaan tugas pengawasan di setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

Selain itu, Fereddy juga mengingatkan pentingnya menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai budaya kerja yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut meliputi orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmonis, loyalitas, adaptif, dan kolaboratif yang menjadi fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional serta berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, seluruh personel PPPK harus mampu menjadi supporting system yang andal bagi kelembagaan Bawaslu. Peran kesekretariatan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan fungsi pengawasan, karena tidak hanya memberikan dukungan administratif, tetapi juga memastikan seluruh proses organisasi berjalan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Melalui kegiatan monitoring ini, peserta orientasi juga memperoleh penguatan mengenai budaya kerja Bawaslu, etika sebagai aparatur negara, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Penguatan tersebut diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai demokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif, di mana peserta orientasi diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan tugas, pengembangan kompetensi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi kesekretariatan di lingkungan Bawaslu.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu Provinsi Jawa Barat dalam memastikan proses pembinaan sumber daya manusia berjalan optimal di seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Dengan SDM yang berkualitas, adaptif, dan berintegritas, diharapkan kelembagaan Bawaslu semakin kuat dalam menjalankan mandat pengawasan pemilu dan pemilihan yang demokratis.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pengawasan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas. Sinergi antara Bawaslu Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Kota Tasikmalaya diharapkan terus terjalin guna mewujudkan tata kelola kelembagaan yang semakin baik serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya