Lompat ke isi utama

Berita

“Peningkatan Kapasitas Bukan Lagi Sebuah Pilihan, Melainkan Keharusan”

Peningkatan Kapasitas Bukan Lagi Sebuah Pilihan, Melainkan Keharusan”

Peningkatan Kapasitas Bukan Lagi Sebuah Pilihan, Melainkan Keharusan”

Tasikmalaya 20 April 2024, Semangat pembenahan dan penguatan kualitas kelembagaan kembali ditegaskan dalam apel pagi yang digelar oleh Bawaslu Kota Tasikmalaya. Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama Sauri, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.

Dalam suasana apel yang berlangsung khidmat namun penuh semangat, Zaki menyampaikan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan semakin kompleks. Dinamika regulasi yang terus berkembang serta pesatnya kemajuan teknologi menuntut seluruh jajaran pengawas pemilu untuk selalu adaptif dan responsif. Menurutnya, penguasaan terhadap regulasi terbaru serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kunci utama dalam memastikan pengawasan berjalan efektif dan akuntabel.

Ia menekankan bahwa integritas saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kompetensi yang mumpuni. “Integritas adalah fondasi utama, tetapi tanpa kapasitas yang kuat, kita akan kesulitan menjawab tantangan di lapangan,” tegasnya. Oleh karena itu, setiap individu di lingkungan Bawaslu dituntut untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan, baik secara mandiri maupun melalui program-program penguatan kapasitas yang disediakan lembaga.

Lebih lanjut, Zaki juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi era digital dalam pengawasan pemilu. Transformasi digital yang kini merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk proses demokrasi, menuntut Bawaslu untuk tidak tertinggal. Penggunaan aplikasi pengawasan, sistem pelaporan berbasis teknologi, hingga analisis data menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerja-kerja pengawasan modern.

Dalam konteks tersebut, ia mendorong seluruh jajaran untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami secara substansial bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan kualitas pengawasan. Dengan begitu, potensi pelanggaran dapat dideteksi lebih dini dan ditindak secara cepat serta tepat.

Apel pagi ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Bawaslu Kota Tasikmalaya untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat komitmen dalam mengawal demokrasi. Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, diharapkan setiap pengawas mampu menjalankan tugasnya secara profesional, independen, dan berintegritas.

Menutup arahannya, Zaki mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan peningkatan kapasitas sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif. Ia optimistis, dengan SDM yang unggul dan berintegritas, Bawaslu Kota Tasikmalaya akan mampu menghadirkan pengawasan pemilu yang berkualitas dan dipercaya publik.

“Demokrasi yang kuat lahir dari pengawasan yang berkualitas. Dan pengawasan yang berkualitas hanya bisa diwujudkan oleh SDM yang terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

 

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya