Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi di Lingkungan Kampus, Bawaslu Kota Tasikmalaya Terima Audiensi BEM INUTAS!

Perkuat Demokrasi di Lingkungan Kampus, Bawaslu Kota Tasikmalaya Terima Audiensi BEM INUTAS!

Perkuat Demokrasi di Lingkungan Kampus, Bawaslu Kota Tasikmalaya Terima Audiensi BEM INUTAS!

TASIKMALAYA – Semangat membangun demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas tidak hanya tumbuh dalam penyelenggaraan Pemilu nasional, tetapi juga perlu diterapkan di lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Dalam upaya memperkuat pemahaman mengenai penyelenggaraan Pemilu, Bawaslu Kota Tasikmalaya menerima kunjungan audiensi dan konsultasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (BEM INUTAS), pada Senin, 2 November 2024.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fuad Syukron. Audiensi ini menjadi ruang diskusi dan konsultasi teknis bagi mahasiswa terkait mekanisme, tahapan, serta regulasi penyelenggaraan Pemilu yang rencananya akan diadopsi sebagai referensi dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden Mahasiswa (Pilpresma) di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk menggali pemahaman mengenai prinsip-prinsip penyelenggaraan Pemilu, mulai dari pentingnya kepastian regulasi, transparansi proses pemilihan, independensi penyelenggara, hingga pengawasan terhadap setiap tahapan pemilihan.

Bawaslu Kota Tasikmalaya menyambut baik inisiatif dan langkah proaktif mahasiswa BEM INUTAS yang berupaya menerapkan nilai-nilai demokrasi serta prinsip pengawasan Pemilu dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan.

Melalui konsultasi ini, diharapkan pelaksanaan Pilpresma tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi secara langsung. Mahasiswa dapat memahami bahwa proses pemilihan yang demokratis harus menjunjung tinggi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta dilaksanakan berdasarkan aturan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bawaslu Kota Tasikmalaya juga terus mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mengambil peran aktif dalam mengawal nilai-nilai demokrasi. Sebab, pengawasan partisipatif bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas Pemilu, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dari kampus, demokrasi dipelajari. Dari mahasiswa, demokrasi dikawal. Semoga semangat ini menjadi langkah nyata dalam melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan demokrasi.

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya