Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Tasikmalaya Melantik 30 Orang Anggota Panwaslu Kecamatan Se-Kota Tasikmalaya Untuk Pemilihan Serentak Tahun 2024

Bawaslu Kota Tasikmalaya melantik Panwaslu Kecamatan Se-Kota Tasikmalaya

Bawaslu Kota Tasikmalaya melantik Panwaslu Kecamatan Se-Kota Tasikmalaya

 Bawaslu Kota Tasikmalaya Sebanyak 30 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se- Kota Tasikmalaya dilantik menjelang Pemilihan  serentak Tahun 2024  Jumat (24/5/2024). 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya Bapak  Zaki Pratama Sauri mengatakan, proses tahapan Pemilihan serentak 2024 saat ini sudah mulai berjalan sehingga perlu dilakukan pengawasan agar tahapan-tahapan ini berjalan sesuai aturan dan ketentuan. 

“Mereka yang sudah dilantik ini, sudah harus siap melakukan tugas dan fungsinya, harus mulai melakukan pemetaan dan mendeteksi titik-titik kerawanan Pilkada di wilayah kecamatan agar, mampu diantisipasi,” kata Zaki. 

Ia menjelaskan, pelantikan Panwascam ini diibaratkan sebuah mesin mulai dipanaskan artinya, Bawaslu sudah mulai memanaskan mesin Pengawasan untuk mengawasi setiap proses Pilkada Kota Tasikmalaya mendatang. 

“Kita sudah memanaskan mesin Pengawasan agar saat melakukan pengawasan Pemilu nanti, larinya lurus dan kencang, tidak bisa dikendalikan siapapun,” ujarnya. 

 Bapak Zaki menambahkan, dalam setiap Pemilu, sudah barang tentu akan ada kerawanan pelanggan namun, hal itu dapat diantisipasi dengan melakukan pengawasan dengan melakukan deteksi dini. 

“Saya minta teman-teman Panwascam yang hari ini dilantik agar melakukan pengawasan dengan profesional, bersikap independen, serta menjunjung tinggi integritas sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu,” katanya.

Lebih lanjut  Bapak Zaki mengungkapkan, tingkat kerawanan pemilu serentak februari lalu dan Pilkada Kota Tasikmalaya November mendatang, tentu memiliki tingkat kerawanan pelanggan berbeda sehingga perlu dilakukan pemetaan dan identifikasi sebagai bentuk pencegahan awal. 

“Pada pemilu serentak lalu, tingkat kerumitannya memang banyak pasalnya, banyak unsur yang kita awasi karena pesertanya cukup banyak, sementara kalau di Pilkada nanti kerumitannya tidak begitu banyak, namun di Pilkada tingkat pelanggarannya itu bisa lebih tinggi,” kata dia

“Pilkada Kota Tasikmalaya nanti, fokus utama pengawasan kami yakni netralitas ASN, TNI/Polri, money politik termasuk black campaign,” ujar dia.