Bawaslu RI Gelar Jambore Pengawasan Partisipatif Di Kota Tasikmalaya
|
Tasikmalaya, Sebanyak 350 Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Se Jawa Barat mengikuti Jambore Pengawasan Partisipatif di Objek Wisata Karangresik, Kota Tasikmalaya.
Acara yang berlangsung selama tiga hari sejak Minggu (23/12/2018) ini, juga diikuti oleh perwakilan enam agama yang ada.
"Tujuannya memberi ruang kepada masyarakat terlibat langsung dalam pengawasan pemilu," kata Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah usai membuka Jambore Pengawasan Partisipatif.
Bawaslu juga mengundang tokoh dari berbagai agama dan etnis atau budaya di Indonesia. Inisiatif menggelar jambore ini pertama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal pengawasan juga pencegahan juga untuk mencegah berkembangnya isu SARA.
Abdullah menjelaskan, pelibatan elemen masyarakat penting dilakukan, mengingat pengawasan Pemilu bukan hanya tanggungjawab penyelenggara.
"Peran serta masyarakat turut mengawal bagaimana kualitas Pemilu kedepan," imbuhnya.
Lebih lanjut Abdullah mengatakan, dengan melibatkan masyarakat diharapkan mampu membantu membangun wacana yang mencerdaskan.
"Kami mengajak masyarakat menolak kampanye hitam, hoax, dan tidak mudah terpancing dengan situasi yang ada," ucapnya.
Maka dari itu pihaknya berharap, dengan pengawasan partisipatif, mampu menciptakan budaya Pemilu yang jujur, adil dan bersih.
"Budaya ini yang harus dipertahankan, agar Pemilu berjalan aman dan damai," tandasnya.
Ditemui ditempat yang sama Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin mengatakan, Tasikmalaya dipilih menjadi tuan rumah Jambore Pengawasan Partisipatif setelah Papua, Pekanbaru, Menado, dan Palembang.
"Mudah- mudahan dengan kegiatan ini, partisipasi masyarakat terus meningkat," pungkasnya.