Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tingkatkan Strategi dan Motivasi Kinerja Pengelolaan SDM Dalam Menghadapi Tahapan Pemilu 2024

Dokumentasi Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Dengan dimulainya Tahapan Pemilu Tahun 2024 yang secara serentak pelaksanaannya dengan Pilkada tentunya menjadi tantangan khususnya di internal Bawaslu Kota Tasikmalaya. Dalam upaya meningkatkan kapasitas kinerja, Bawaslu Kota Tasikmalaya gelar Rapat Dalam Kantor Divisi SDM dan Organisasi dengan tema “Strategi dan Motivasi Kinerja Pengelolaan SDM Penyelenggara Pemilu Dalam Menghadapi Tahapan Pemilu 2024”. Kegiatan dilaksanakan secara Hybrid dengan sebagian peserta mengikuti secara daring (30/6/2022).

Hadir pada kegiatan Pimpinan Bawaslu Kota Tasikmalaya, Dr. H. Agus Fatah Hidayat, S.IP., M.Si. selaku narasumber, Mahasiswa STIA YPPT Priatim dan Staf Bawaslu Kota Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Ujang Ishak Sholih selaku Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa kualitas manajemen dan tata kelola organisasi harus ditingkatkan karena tentunya dengan Tahapan Pemilu Tahun 2024 yang sangat kompleks sangat berpengaruh pada frekuensi kerjaan yang meningkat.

“Komitmen personal akan berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Prestasi berawal dr kemampuan yg memadai dan motivasi” ucap Ujang.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Ijang Jamaludin menyampaikan bahwa dalam menghadapi proses Pemilu Tahun 2024 yang dilaksanakan serentak bersamaan dengan Pilkada, maka dari aspek internal Bawaslu Kota Tasikmalaya perlu memahami kompetensi dasar sebagai pengawas Pemilu. Pertama harus memahami landasan yuridis mengenai kepemiluan. Kedua memahami Asas, prinsip, tujuan Pemilu. Ketiga memahami tahapan Pemilu dan Keempat membuat strategi pencegahan dan pengawasan Pemilu.

Pada pemaparannya, Agus menjelaskan strategi pengelolaan SDM dengan melakukan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kerja yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas dan produktivitas SDM itu sendiri.

“Model strategi pengelolaan SDM yang dibutuhkan diantaranya peningkatan kemampuan kerja, motivasi kerja dan kesempatan pelaku kerja yang mendukung untuk mekekspresikan potensi diri” ucap Agus.

Sikap kerja (attitude) SDM dan efektivitas organisasi sebagai bagian dari budaya organisasi, memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap performa organisasi daripada strategi dan struktur organisasi. (FFR)

Tag
PUBLIKASI
Publikasi