DISKUSI MENUJU AKSI KONSOLIDASI DEMOKRASI BERSAMA MAHASISWA STHG!
|
Komitmen memperkuat demokrasi terus digaungkan melalui langkah nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Kunjungan Studi Lapangan mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) ke Kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya menjadi momentum penting yang tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi strategis Tasikmalaya Selasa 25 Mei 2026.
Kehadiran para mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fuad Syukron. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat diskusi, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus penguatan pemahaman terkait peran pengawasan dalam proses demokrasi.
Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menjadi titik awal dari konsolidasi bersama dalam upaya menjaga kualitas demokrasi di Kota Tasikmalaya. Bawaslu Kota Tasikmalaya dan mahasiswa STHG sepakat bahwa pengawasan Pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual dan idealisme yang kuat.
Dalam arahannya, Enceng Fuad Syukron menegaskan bahwa mahasiswa hukum memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Dengan bekal pengetahuan hukum yang dimiliki, mahasiswa tidak hanya mampu memahami regulasi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat serta mengawal setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.
“Mahasiswa bukan lagi sekadar penonton dalam proses demokrasi. Mereka adalah mitra strategis Bawaslu dalam membangun pengawasan partisipatif yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini juga mengangkat berbagai isu aktual seputar kepemiluan, mulai dari potensi pelanggaran, tantangan pengawasan di era digital, hingga pentingnya membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat. Para mahasiswa pun menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyampaikan pandangan kritis serta gagasan inovatif terkait upaya pencegahan pelanggaran Pemilu.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, tercipta komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu Kota Tasikmalaya dan mahasiswa STHG. Kolaborasi ini diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret, seperti sosialisasi pengawasan partisipatif, pendidikan politik bagi pemilih pemula, hingga keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan pengawasan di lapangan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa penguatan demokrasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan penyelenggara, akademisi, dan masyarakat secara luas. Mahasiswa sebagai bagian dari intelektual muda memiliki peran penting dalam menjaga integritas demokrasi sekaligus menjadi motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik.
Dengan semangat “Diskusi Menuju Aksi”, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama dalam membangun budaya pengawasan partisipatif yang lebih kuat, kritis, dan berintegritas di Kota Tasikmalaya.
Mari bersama kita kawal demokrasi, dari ruang diskusi menuju aksi nyata!
Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya