Rawat Pengetahuan Demokrasi, Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Tantang Staf Abadikan Gagasan Pengawasan Lewat Tulisan
|
TASIKMALAYA – Ada yang berbeda dari riuhnya ruang diskusi Bawaslu Kota Tasikmalaya kali ini. Agenda rutin GOBRAS (Ngobrol Bareng Semua Staf Divisi) yang biasanya diisi dengan evaluasi teknis bulanan, kini bertransformasi menjadi ruang adu gagasan dan kreativitas literasi. Seluruh staf dari berbagai divisi ditantang untuk meramu pengalaman lapangan, analisis hukum, hingga rekam jejak pengawasan mereka menjadi sebuah karya tulis yang berbobot dan siap dikonsumsi publik, Tasikmalaya Senin 25 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama Sauri, sebagai pemateri utama. Kehadirannya memberikan suntikan motivasi sekaligus arah strategis mengenai pentingnya mentransformasikan kerja-kerja taktis pengawasan ke dalam bentuk karya ilmiah dan populer.
Dalam arahannya, Zaki Pratama Sauri menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas mendokumentasikan tugas atau menggugurkan kewajiban laporan formal. Lebih dari itu, menulis adalah instrumen vital bagi lembaga pengawas pemilu untuk merawat ingatan kolektif dan memperkuat literasi demokrasi di tengah masyarakat.
"Setiap divisi memiliki kekayaan data, dinamika lapangan, dan analisis yang luar biasa. Jika semua itu hanya berhenti di dalam berkas laporan kerja (LHP), maka pengetahuan tersebut akan menguap seiring berjalannya waktu. Lewat tulisan, kita sedang mengabadikan rekam jejak keadilan pemilu agar bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang," ujar Zaki di hadapan seluruh staf.
Zaki juga menambahkan bahwa tantangan menulis ini akan memicu para staf untuk berpikir lebih kritis dan analitis. Melalui tulisan, Bawaslu tidak hanya tampil sebagai pengawas yang tegas di lapangan, tetapi juga sebagai rujukan akademis dan pusat pengetahuan (center of knowledge) terkait kepemiluan di Kota Tasikmalaya.
Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya