Lompat ke isi utama

Berita

BAWASLU KOTA TASIKMALAYA MATANGKAN PROGRAM P2P TAHUN 2026: Siap Cetak kader Pengawasan Berintegritas

Siap Cetak kader Pengawasan Berintegritas

Siap Cetak kader Pengawasan Berintegritas

TASIKMALAYA, BAWASLU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tasikmalaya terus bergerak taktis dalam memperkuat pilar pengawasan berbasis masyarakat. Pada Senin, 6 Juli 2026, Bawaslu Kota Tasikmalaya resmi menggelar Rapat Persiapan Internal guna mematangkan seluruh rangkaian rencana kerja program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026.

Langkah akseleratif ini diambil untuk memastikan bahwa program P2P tahun ini berjalan dengan strategi yang lebih matang, terukur, dan mampu menyentuh berbagai lapisan elemen masyarakat di Kota Tasikmalaya secara inklusif.

Formulasi Strategi dan Pembagian Peran yang Terukur

Rapat internal yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu Kota Tasikmalaya ini difokuskan pada penyusunan konsep, pemetaan klaster peserta, hingga manajemen teknis pelaksanaan di lapangan. Bawaslu menekankan pentingnya efisiensi dan kejelasan tanggung jawab di setiap lini agar output dari pendidikan pengawasan ini dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

Melalui pembagian peran yang terukur antardivisi dan staf sekretariat, setiap tahapan krusial—mulai dari penyusunan modul, metodologi penyampaian materi yang adaptif, hingga fasilitasi kegiatan—dipastikan siap dieksekusi tanpa kendala teknis.

Komitmen Pencegahan dan Penguatan Humas

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas, dan Humas) Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fuad Syukron, menegaskan bahwa P2P 2026 merupakan salah satu ikhtiar terbesar dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif di Kota Tasikmalaya.

"Melalui pembagian peran yang terukur di internal, kami ingin memastikan bahwa seluruh ekosistem pendukung program ini benar-benar solid. Kami siap menyambut, merangkul, dan mendidik berbagai elemen masyarakat Kota Tasikmalaya untuk bertransformasi menjadi benteng pengawasan pemilu yang mandiri dan berintegritas," ujar Enceng Fuad Syukron di sela-sela rapat, Senin (6/7/2026).

Beliau juga menambahkan bahwa peran Humas akan dioptimalkan secara penuh sebagai jembatan informasi. Publikasi yang masif dan kreatif mengenai output P2P diharapkan mampu memicu efek bola salju (snowball effect), sehingga semangat pengawasan tidak hanya berhenti pada peserta yang dididik, melainkan menular ke lingkungan sekitar mereka.

Menyasar Elemen Masyarakat, Mengawal Kualitas Demokrasi

Program P2P Tahun 2026 ini dirancang untuk melibatkan kelompok-kelompok strategis di Kota Tasikmalaya, termasuk organisasi kepemudaan, kelompok perempuan, kaum disabilitas, hingga pemilih pemula. Fokus utamanya adalah membekali mereka dengan pemahaman regulasi kepemiluan, deteksi dini potensi pelanggaran, serta keberanian untuk ikut serta melakukan pencegahan di wilayah masing-masing.

Dengan matangnya persiapan internal ini, Bawaslu Kota Tasikmalaya optimistis program P2P 2026 akan menjadi motor penggerak lahirnya relawan-relawan demokrasi yang tangguh, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kedaulatan pemilu berada di tangan rakyat yang aktif mengawasi. (Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya)

Humas Bawaslu Kota Tasikmalaya